Silampari Terkini | Menggali Suara Menjadi Berita

Beruang Madu Masih Berkeliaran di Sukakarya, Tim Gabungan Turun Gunung Cari Sarang Utama

MUSI RAWAS – Teror dugaan serangan satwa liar jenis beruang madu di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, membuat aparat gabungan bergerak cepat. Polsek Jayaloka bersama Tim BKSDA dan unsur terkait turun langsung melakukan survei lokasi sekaligus menyiapkan pemasangan perangkap di area perkebunan warga Desa Ciptodadi I, Selasa (19/5/2026).

Langkah ini dilakukan menyusul insiden penyerangan terhadap seorang warga pada Minggu (17/5/2026) lalu yang menyebabkan korban mengalami luka serius saat berada di kawasan kebun.

Kegiatan penanganan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Musi Rawas, Agung Adhitya Prananta, guna memastikan keselamatan masyarakat dari ancaman satwa liar di wilayah hukum Polres Musi Rawas.

Survei lapangan dipimpin langsung Wakapolsek Jayaloka, Ipda Romadoni, bersama personel Polpos Sukakarya. Tim gabungan turut melibatkan Koramil Jayaloka, Pemerintah Kecamatan Sukakarya, Pemerintah Desa Ciptodadi I, Tim BKSDA/Kementerian Kehutanan wilayah Kabupaten Lahat, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga warga setempat.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Kantor Desa Ciptodadi I sekitar pukul 09.00 WIB sebelum seluruh personel bergerak menuju lokasi dugaan serangan beruang madu.

Di area perkebunan warga, petugas melakukan penyisiran untuk mencari jejak kaki, bekas cakaran, serta tanda-tanda keberadaan satwa liar. Tim juga memetakan sejumlah titik yang diduga menjadi jalur lintasan beruang madu sebagai dasar penentuan lokasi pemasangan perangkap.

Selain melakukan tracking, aparat gabungan turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun, terutama pada pagi dan sore hari yang dianggap rawan kemunculan satwa liar.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan konflik antara manusia dan satwa liar tersebut.

“Polri bersama pemerintah daerah dan BKSDA akan terus melakukan langkah-langkah penanganan secara maksimal agar keberadaan satwa liar ini tidak kembali membahayakan masyarakat. Kami mengimbau warga agar sementara waktu tidak beraktivitas sendirian di area kebun yang rawan serta segera melapor apabila melihat keberadaan beruang madu,” ujar Kapolres.

Ia juga menekankan pentingnya sinergitas lintas sektoral dalam menangani konflik satwa liar agar proses evakuasi dan pengamanan berjalan aman sesuai prosedur.

“Kami mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BKSDA hingga masyarakat yang turut aktif memberikan informasi. Dengan kerja sama ini diharapkan proses tracking dan pemasangan perangkap dapat berjalan efektif,” tambahnya.

Dari hasil survei sementara, petugas berhasil memperoleh gambaran medan dan beberapa titik yang diduga menjadi lintasan beruang madu. Namun, pemasangan perangkap belum dapat dilakukan lantaran posisi sarang utama satwa tersebut masih dalam pencarian.

Sesuai hasil koordinasi, Tim BKSDA Kabupaten Lahat bersama Polsek Jayaloka dijadwalkan kembali melakukan tracking lanjutan pada Rabu (20/5/2026) guna memastikan titik paling efektif untuk pemasangan perangkap.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Kehadiran aparat gabungan di lapangan juga dinilai mampu mengurangi keresahan warga yang belakangan dihantui kemunculan beruang madu di kawasan perkebunan Sukakarya.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال