Silampari Terkini | Menggali Suara Menjadi Berita

Viral Dugaan Bullying Siswi SMA di Muara Kelingi, Korban Alami Memar—Polisi Turun Tangan

MUSI RAWAS – Kasus dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang siswi di SMA Negeri Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas (Mura), tengah menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Informasi mengenai kejadian ini pertama kali mencuat dari unggahan akun Facebook bernama Asep Hidayat pada Rabu, 29 April 2026. Dalam postingannya, disebutkan adanya aksi perundungan yang dialami seorang pelajar, disertai foto kondisi korban yang mengalami luka memar di bagian kaki dan tangan.

Hingga kini, kronologis lengkap kejadian maupun waktu pasti peristiwa tersebut masih belum diketahui secara jelas. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban merupakan warga Desa Mambang, Kecamatan Muara Kelingi, dan tercatat sebagai siswi di SMA Negeri Muara Kelingi.

“Perundungan atau bully di SMA Negeri Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas. Mohon usut tuntas,” tulis akun tersebut dalam unggahannya, yang langsung menuai perhatian warganet.

Menanggapi hal itu, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Pranata melalui Kapolsek Muara Kelingi IPTU Nur Hendra membenarkan adanya dugaan peristiwa tersebut.

Kapolsek menjelaskan bahwa korban bersama keluarganya telah mendatangi Polsek Muara Kelingi pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kedatangan mereka diterima oleh Brigpol Wahyudi.

“Pihak korban sudah datang ke Polsek, dan kami sarankan untuk melakukan visum terlebih dahulu sebagai langkah awal sebelum membuat laporan resmi,” ujar IPTU Nur Hendra, Kamis (30/4/2026).

Lebih lanjut, pihak keluarga korban diketahui belum langsung membuat laporan polisi. Mereka memilih menunggu itikad baik dari pihak keluarga terduga pelaku sebelum menempuh jalur hukum.

“Saat ini mereka masih menunggu itikad baik dari pihak pelaku. Jadi belum membuat laporan resmi,” tambahnya.

Korban sendiri telah menjalani visum di Puskesmas Muara Kelingi sebelum kembali ke kediamannya di Desa Mambang.

Sementara itu, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat telah diminta untuk terus memantau perkembangan kasus ini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah, serta perlunya peran aktif semua pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال