Silampari Terkini | Menggali Suara Menjadi Berita

Gelar Aksi di Kantor Bupati, PMII dan DEMA STAI Auliaurrasyidin Bawa 7 Tuntutan

 


Tembilahan, Silampari Terkini — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Indragiri Hilir bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Inhil bertepatan dengan momentum Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (15/06/2026).

Aksi tersebut langsung direspons oleh Pemerintah Kabupaten Inhil melalui forum audiensi yang dihadiri Sekretaris Daerah bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Sementara dari pihak mahasiswa dihadiri Ketua PC PMII Inhil Zulfikar, Koordinator Lapangan Wahyugi dan M. Ridwan, serta jajaran pengurus mahasiswa.

Dalam audiensi tersebut, aliansi mahasiswa menyodorkan tujuh tuntutan utama kepada Pemkab Inhil:

1. Stabilitas harga komoditas kelapa lokal.

2. Percepatan pembangunan infrastruktur daerah yang merata.

3. Pencabutan izin tempat hiburan malam yang melanggar jam operasional.

4. Penertiban parkir liar dan penerapan tarif sesuai Perda.

5. Penuntasan masalah tumpukan sampah di Kota Tembilahan.

6. Penanganan anak jalanan, pengemis, dan badut jalanan di bawah umur.

7. Kejelasan operasional penuh armada Kapal Ro-Ro Tembilahan.

Ketua PC PMII Kabupaten Inhil, Zulfikar, menegaskan bahwa momentum milad daerah harus menjadi ruang introspeksi objektif bagi pemerintah daerah terhadap kondisi riil masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

"Di usia ke-61 tahun ini, pemerintah daerah harus berani melihat secara objektif berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa hadir menjalankan fungsi kontrol sosial agar pembangunan berjalan sesuai harapan rakyat. Tujuh tuntutan ini adalah suara rakyat yang harus dijawab dengan tindakan nyata," ujar Zulfikar.

Koordinator Massa, M. Ridwan, menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa demi mendorong perubahan positif di daerah, terutama terkait isu sosial.

"Keberadaan anak-anak yang mengemis dan menjadi badut jalanan adalah tanda masalah sosial serius yang butuh penanganan tegas dan terukur. Begitu pula keluhan warga soal sampah, parkir liar, dan hiburan malam," kata Ridwan.

Aliansi mahasiswa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal hasil audiensi ini secara berkala agar komitmen yang disepakati bertransformasi menjadi program kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Indragiri Hilir. Koordinator Liputan (HR Wijaksono)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال