Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Musi Rawas, Dr. Ir. Hayatun Nofrida, MP melalui Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan, Sonny Dante, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi dampak El Nino ekstrem tersebut.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mendata ulang seluruh alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya pompa air. Langkah ini dilakukan sebagai upaya kesiapsiagaan jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kondisi darurat.
“Kami sudah melakukan pendataan ulang alsintan, terutama pompa air. Ini sebagai persiapan jika terjadi kekeringan dan petani membutuhkan suplai air secara cepat,” ujar Sonny.
Menurutnya, berdasarkan perkiraan, kondisi cuaca mulai tidak menentu sejak awal Mei. Bahkan, hujan diprediksi hanya terjadi hingga pertengahan bulan, sebelum akhirnya memasuki periode kering yang cukup panjang.
“Kalau melihat siklusnya, awal Mei ini hujan sudah tidak menentu. Diperkirakan pertengahan Mei masih ada sedikit hujan, tapi setelah itu kemungkinan tidak turun hujan hingga lima bulan ke depan,” jelasnya.
Fenomena El Nino “Godzilla” sendiri dikenal sebagai kondisi kekeringan di atas normal, yang berpotensi berdampak besar terhadap sektor pertanian, terutama tanaman pangan seperti padi.
Sebagai langkah antisipasi, DTPHP Musi Rawas juga mendorong para petani untuk mempercepat masa tanam padi. Hal ini dinilai penting agar tanaman masih mendapatkan cukup air sebelum musim kemarau ekstrem benar-benar terjadi.
“Kami mengimbau petani agar mempercepat tanam. Kalau sudah lewat Mei baru mulai tanam, dikhawatirkan kondisi panas akan menyulitkan, meskipun masih ada sisa hujan,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, seluruh pompa air yang tersedia akan dioptimalkan untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Musi Rawas berharap dampak El Nino ekstrem dapat ditekan, sehingga potensi krisis pangan dapat dihindari.

