Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, mengonfirmasi jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Korban terdiri dari 14 penumpang bus ALS serta sopir dan kenek mobil tangki,” ujarnya.
Bus ALS diketahui melayani rute Jakarta–Medan. Berdasarkan data sementara, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB.
Peristiwa bermula saat bus melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan. Di tengah perjalanan, muncul percikan api dari bagian belakang kendaraan. Sopir bus kemudian berupaya mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari bahaya lebih besar.
Namun nahas, dari arah berlawanan datang truk tangki BBM dengan kecepatan tinggi, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan keras tersebut memicu ledakan hebat disertai kobaran api yang dengan cepat melahap kedua kendaraan. Sejumlah penumpang sempat melompat untuk menyelamatkan diri, namun sebagian lainnya terjebak di dalam bus dan ikut terbakar.
BPBD mencatat empat orang selamat dari kejadian ini. Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius, sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan.
“Tim kami bersama Satlantas masih melakukan evakuasi di lokasi. Identitas korban masih dalam proses pendataan,” tambah Mugono.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk evakuasi korban serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar tempat kejadian.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. Dalam pernyataan resminya, Wakil Bupati Muratara, Junius Wahyudi, menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan.
“Kami turut berbelasungkawa atas musibah kecelakaan dan kebakaran bus ALS dan truk tangki di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara. Semoga korban yang meninggal dunia diterima amal ibadahnya,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mendoakan para korban yang saat ini masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan RSUD Rupit, agar segera pulih.
Selain itu, Pemkab Muratara menegaskan telah mengambil langkah cepat dengan melakukan pendataan korban serta berkoordinasi dengan keluarga dan pihak perusahaan otobus ALS.
“Kami terus melakukan pendataan dan membantu menghubungi keluarga korban serta perwakilan ALS terdekat. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan terbaik,” lanjutnya.
Di tengah duka mendalam, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya di jalur rawan kecelakaan seperti Jalan Lintas Sumatera.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada demi keselamatan bersama,” tutupnya.
Sumber: Sumselupdate
