MUSI RAWAS – Fakultas Teknik Universitas Musi Rawas menggelar Seminar Internasional Teknik Sipil dengan tema Teknik Sipil Beradaptasi dengan Tantangan Perubahan Iklim di Ballroom WE Hotel, Kamis (23/4/2026). Kegiatan dilaksanakan secara offline dan online serta diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi.
Seminar tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Musi Rawas, Dekan Fakultas Teknik, jajaran pengelola Fakultas Teknik, dosen, mahasiswa, serta peserta umum.
Rektor Universitas Musi Rawas, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., CP., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., ACPE, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi akademik dan pertukaran gagasan lintas wilayah bahkan lintas negara.
“Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya, atas nama Universitas Musi Rawas, untuk menyambut Anda semua dalam pertemuan bergengsi ini. Kehadiran para narasumber dan peserta menunjukkan bahwa pencarian ilmu pengetahuan tidak mengenal batas,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para pembicara utama dari Thailand dan Bengkulu yang telah berbagi pengalaman serta keahlian dalam forum ilmiah tersebut.
Menurutnya, tema seminar sangat relevan dengan kondisi global saat ini, di mana tantangan perubahan iklim menuntut inovasi dan solusi nyata dari dunia teknik sipil.
“Melalui seminar ini, kami ingin menciptakan laboratorium global ide, menjembatani teori dan praktik, serta mengubah hasil penelitian menjadi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Prof Eddy Ibrahim menegaskan komitmen Universitas Musi Rawas dalam membangun lingkungan akademik yang mendorong kolaborasi internasional, riset berkelanjutan, dan pengembangan jaringan profesional.
Di akhir sambutan, ia secara resmi membuka Seminar Internasional Teknik Sipil tersebut.
Narasumber pertama berasal dari Thailand, Assoc. Prof. Dr. Salisa Chaiyaput, yang memaparkan materi berjudul Aplikasi Resistivitas Listrik dalam Mengevaluasi Kerusakan Jalan Akibat Perubahan Iklim.
Dalam paparannya, ia menjelaskan penggunaan survei geofisika untuk mendeteksi kerusakan infrastruktur jalan akibat perubahan iklim. Beberapa studi kasus yang disampaikan antara lain kerusakan jalan pedesaan di Pathum Thani, jalan sisi kanal di Ang Thong, inspeksi kegagalan jembatan saat konstruksi, hingga ketebalan tanah lunak yang memicu kegagalan jalan.
Sementara narasumber kedua, Assoc. Lindung Zalbuin Mase, Ph.D., P.Eng., ASEAN Eng., membawakan materi mengenai Pentingnya Penelitian Geoteknik untuk Mendukung Lingkungan Berkelanjutan.
Ia menjelaskan berbagai fokus riset geoteknik seperti analisis dan prediksi gempa bumi, dampak seismik, pemetaan kerawanan, prediksi likuifaksi, uji eksperimental, pemodelan fisik dan numerik, hingga analisis stabilitas lereng serta perlindungan fasilitas jalur kehidupan seperti pipa.
Seminar Internasional Teknik Sipil ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, dan praktisi untuk memperkuat inovasi di bidang konstruksi, infrastruktur ramah lingkungan, serta mitigasi bencana di tengah ancaman perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Musi Rawas menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan adaptif terhadap tantangan global.

