Lubuklinggau – Ancaman fenomena cuaca ekstrem El Nino yang dijuluki “El Nino Godzilla” mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Lubuklinggau. Prediksi musim kemarau panjang hingga lima bulan ke depan dikhawatirkan berdampak terhadap krisis air bersih, ketahanan pangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fenomena El Nino “Godzilla” dikenal sebagai kondisi kekeringan di atas normal yang dapat memicu penurunan produksi pertanian, terutama pada sektor tanaman pangan seperti padi. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Wali Kota Rachmat Hidayat mengimbau para petani di wilayah Kota Lubuklinggau untuk melakukan percepatan masa tanam guna mengantisipasi dampak kemarau panjang yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
“Para petani kami imbau untuk menanam lebih awal karena kondisi cuaca diperkirakan sangat ekstrem. Berdasarkan prediksi BMKG, kita akan menghadapi musim kemarau yang panjang,” ujar Rachmat Hidayat.
Selain itu, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Langkah tersebut dinilai sangat berbahaya di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang rawan memicu kebakaran besar.
“Kepada masyarakat Kota Lubuklinggau agar tidak membuka kebun dengan cara membakar. Dalam kondisi kemarau seperti ini sangat berbahaya dan bisa memicu kebakaran hutan maupun lahan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Lubuklinggau, lanjut Rachmat Hidayat, telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi ancaman El Nino ekstrem tersebut. Upaya antisipasi dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, peningkatan kesiapsiagaan, serta sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla dan potensi krisis air.
“Kami Pemerintah Kota Lubuklinggau telah melakukan mitigasi untuk menghadapi fenomena El Nino Godzilla ini. InsyaAllah bisa kita atasi bersama,” katanya.
