Lubuklinggau – Universitas Musi Rawas (Unmura) menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang dirangkai dengan kegiatan kuliah umum bagi mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah, terutama dalam mendukung pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang pertanahan. Kamis, (15/10/2026).
Wakil Rektor II Universitas Musi Rawas, Dr. Etty Safriyani, SP., M.Si., menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan yang telah hadir memberikan kuliah umum sekaligus menambah wawasan mahasiswa mengenai pertanahan dan legalitas kepemilikan tanah.
Menurutnya, pemahaman tentang pertanahan sangat penting bagi mahasiswa maupun masyarakat luas, terutama untuk mengetahui pentingnya legalitas dan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran BPN Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas Utara, Empat Lawang, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) atas terjalinnya kerja sama tersebut.
Etty berharap, MoU yang telah ditandatangani dapat menjadi pintu masuk bagi Unmura untuk meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi di Unmura.
“Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung kegiatan perkuliahan, praktik lapangan, magang mahasiswa, hingga penelitian. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk belajar langsung di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini Unmura memiliki empat fakultas, 10 program studi, dan satu program pascasarjana. Kampus tersebut juga sedang menjalani proses pembangunan yang berlokasi di Muara Beliti.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Ir. Rahmat, A. Ptnh., M.M., QRMO., QCRO., CODP., C.Met., menyambut baik kerja sama tersebut.
Ia mengatakan, MoU ini dapat menjadi dasar untuk memperluas kolaborasi di bidang akademik, penelitian, magang, serta berbagai kegiatan pendampingan lainnya.
Rahmat juga mendorong mahasiswa dan pihak kampus agar aktif melakukan kajian terkait pertanahan. Menurutnya, mahasiswa tidak harus pergi jauh untuk mendapatkan bahan penelitian karena dapat berkoordinasi dan belajar langsung dengan jajaran BPN.
“Kami ingin ATR/BPN lebih dekat dengan kampus. Kalau mahasiswa ingin melakukan penelitian, silakan datang ke kantor. Kami berharap kerja sama ini benar-benar dimanfaatkan dan tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat juga menyampaikan informasi mengenai Program Magang Nasional atau Maganghub. Ia menyebutkan bahwa program tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Ia menyampaikan, pada tahun ini Secara keseluruhan, terdapat 192 peserta di Sumatera Selatan yang tersebar di berbagai kabupaten tersebut, mendapatkan kesempatan mengikuti program magang tersebut.
Menurutnya, program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja, memberikan kontribusi nyata, serta ikut mendukung pembangunan melalui pengetahuan yang dimiliki.
Lebih lanjut, Rahmat berharap kerja sama antara Unmura dan BPN dapat membantu membuka berbagai hambatan dalam pembangunan, khususnya melalui sinergi antara Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, dan Kabupaten Musi Rawas Utara.
Ia menilai, hubungan yang baik antardaerah dan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan wilayah Silampari.
Melalui kerja sama ini, Unmura dan BPN diharapkan dapat saling mendukung dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta pelaksanaan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, MoU yang telah disepakati tidak hanya menjadi dokumen kerja sama, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi kampus, pemerintah, dan masyarakat.







