MUSI RAWAS – Suasana haru dan bahagia mewarnai kegiatan Yudisium Angkatan XIX dan XX Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas Teknik Universitas Musi Rawas (Unmura), dengan mengusung tema “From Campus to Impact: Berkarya, Berinovasi dan Berdampak.”
Sebanyak 26 mahasiswa resmi mengikuti yudisium sebagai tanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus menjadi awal bagi mereka untuk memasuki dunia nyata dan mengabdikan ilmu di tengah masyarakat. Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Teknik Unmura Herawati, M.Pd., Wakil Dekan Okma Yendri, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Sipil Nanda Prayoga, S.T., M.T., Ketua Program Studi Ilmu Komputer Syafri Aprudi, M.Kom., para dosen dan tenaga pendidik, serta para alumni.
Yudisium tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Teknik Universitas Musi Rawas Nomor 014/KPTS/FT-UNMURA/III/2026 tentang Yudisium Mahasiswa Angkatan XIX dan Surat Keputusan Dekan Nomor 020/KPTS/FT-UNMURA/VIII/2026 tentang Yudisium Mahasiswa Angkatan XX Tahun Akademik 2025/2026.
Ketua panitia, Nanda Prayoga, S.T., M.T., menyampaikan, dari 26 mahasiswa yang mengikuti yudisium, sebanyak delapan mahasiswa berasal dari Angkatan XIX.
Dari jumlah tersebut, dua mahasiswa memperoleh predikat dengan pujian, lima mahasiswa sangat memuaskan, dan satu mahasiswa memuaskan. Adapun IPK tertinggi Angkatan XIX mencapai 3,62.
Sementara itu, Angkatan XX diikuti 18 mahasiswa. Sebanyak 17 mahasiswa memperoleh predikat sangat memuaskan, sedangkan satu mahasiswa memperoleh predikat memuaskan, dengan IPK tertinggi mencapai 3,53.
Bagi para peserta, yudisium bukan sekadar acara seremonial atau tanda berakhirnya masa perkuliahan. Momen tersebut menjadi titik awal untuk menghadapi perjalanan baru yang lebih luas.
Perwakilan peserta yudisium, Nadia Handayani, S.T., menyampaikan bahwa selama menjalani perkuliahan, para mahasiswa telah melewati berbagai proses dan tantangan, mulai dari tugas, laporan praktikum, revisi, hingga penyelesaian tugas akhir.
“Yudisium bukan hanya sekadar acara seremonial atau tanda bahwa perjalanan akademik telah selesai. Lebih dari itu, yudisium merupakan titik akhir dari satu perjalanan sekaligus menjadi awal dari perjalanan baru yang jauh lebih besar,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan yang diraih hari ini bukan semata-mata hasil kerja keras mahasiswa. Ada doa dan pengorbanan orang tua, dukungan keluarga, bimbingan para dosen, serta kebersamaan teman-teman yang turut mengiringi perjalanan selama menempuh pendidikan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen Fakultas Teknik Unmura yang telah memberikan ilmu, waktu, arahan, kesabaran, dan nasihat kepada para mahasiswa.
“Banyak hal yang Bapak dan Ibu ajarkan bukan hanya tentang bagaimana menghitung struktur atau merancang sebuah bangunan, tetapi juga tentang kedisiplinan, tanggung jawab, ketelitian, etika, dan bagaimana menjadi seorang sarjana yang dapat dipercaya,” tuturnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unmura, Herawati, M.Pd., mengatakan bahwa pencapaian para mahasiswa hari ini merupakan buah dari proses panjang yang di dalamnya terdapat perjuangan, doa, dan pengorbanan orang tua.
Ia berpesan agar para lulusan tidak memandang berbagai rintangan yang telah dilewati sebagai sebuah kendala, melainkan sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
“Semua yang kalian lalui tidak akan sia-sia. Semuanya akan berguna ketika kalian memasuki dunia nyata yang sudah menanti,” katanya.
Herawati juga mengingatkan para lulusan bahwa integritas yang dibangun selama proses perkuliahan serta keahlian yang dimiliki akan menjadi bekal penting dalam menentukan langkah mereka ke depan.
“Yakinlah, kami selalu mendoakan kalian. Kami tidak pernah bosan menunggu kedatangan kalian. Jangan putuskan silaturahmi dengan kami. Kalian adalah kami dan kami adalah kalian,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar seluruh lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
Di balik kebahagiaan melepas para lulusan, Herawati mengaku terdapat rasa haru karena Fakultas Teknik harus melepas para mahasiswa yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar kampus.
“Senang karena kalian telah menyelesaikan gelar sarjana, tetapi juga sedih karena harus kehilangan sebagian pemuda-pemuda tangguh di Fakultas Teknik,” ujarnya.
Kini, para lulusan akan menempuh jalan masing-masing. Ada yang akan bekerja di bidang konstruksi, menjadi konsultan, kontraktor, bekerja di pemerintahan, melanjutkan pendidikan, maupun memilih bidang lainnya.
Namun satu pesan yang menyatukan mereka adalah agar ilmu yang diperoleh selama di kampus tidak berhenti pada gelar, tetapi dapat diwujudkan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebab, sebagaimana tema yudisium tahun ini, “From Campus to Impact,” perjalanan mereka tidak berhenti ketika meninggalkan kampus. Justru dari sinilah langkah untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak dimulai.






