Tim Sirkular Kreatif Unmura Raih Juara Potensial AKREL 2026, Sulap Cangkang Telur Jadi Produk Bernilai

Rejang Lebong — Inovasi mahasiswa Universitas Musi Rawas (Unmura) kembali mendapat apresiasi. Tim Sirkular Kreatif Unmura berhasil meraih Juara Potensial dalam Gelar Karya Inovasi AKREL Tahun 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL).

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena karya yang dikembangkan mengangkat persoalan sederhana di lingkungan sekitar, yakni limbah cangkang telur, untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi mendukung sektor peternakan serta pertanian.

Ketua Tim Sirkular Kreatif Unmura, Selva Maya Sari, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses, kerja sama tim, serta dukungan dosen pembimbing dan almamater.


“Kami bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Bagi kami, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap proses, kerja sama tim, serta upaya dalam mengembangkan inovasi yang berorientasi pada pemanfaatan limbah dan keberlanjutan,” ujar Selva.

Dosen pembimbing Tim Sirkular Kreatif, Dr. Ririn Novita, S.Si., M.Pd.Si., menjelaskan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak sekadar mengolah limbah cangkang telur menjadi tepung.

“Kami tidak sekadar mengolah limbah cangkang telur menjadi tepung. Kami mengubah limbah menjadi sumber daya, teknologi menjadi solusi, dan inovasi menjadi peluang menuju peternakan yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, tepung cangkang telur dikembangkan sebagai bahan tambahan pakan ternak berbasis sumber mineral lokal melalui proses pengolahan yang terstandar, teknologi tepat guna, serta pendekatan ekonomi sirkular.

Selain dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak, tepung cangkang telur juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Dengan demikian, pemanfaatannya tidak hanya diarahkan pada sektor peternakan, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan di bidang pertanian.

Tepung cangkang telur yang dihasilkan bukan sekadar limbah yang dihaluskan. Inovasi tersebut diarahkan untuk memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum optimal digunakan.

Adapun sejumlah manfaat yang ingin didorong melalui inovasi tersebut antara lain mengurangi limbah, meningkatkan nilai guna cangkang telur, mendukung kebutuhan mineral ternak, membuka peluang ekonomi baru, serta mendorong sistem peternakan yang lebih berkelanjutan.

“Keunggulan dari inovasi ini bukan hanya pada produknya, tetapi juga pada bagaimana limbah dapat kita lihat sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai dan manfaat,” ungkapnya.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat ekonomi sirkular, yakni mendorong pemanfaatan kembali material agar memiliki nilai guna lebih panjang sekaligus mengurangi limbah yang terbuang.

“Kami hadir bukan hanya membawa sebuah produk, tetapi membawa solusi: dari waste menjadi value, dari masalah menjadi peluang,” tegas Dr. Ririn.

Sementara itu, Selva Maya Sari menyampaikan terima kasih kepada Dr. Ririn Novita atas bimbingan, arahan, dan motivasi selama proses pengembangan karya.

Ia juga mengapresiasi Universitas Musi Rawas yang telah menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, berinovasi, dan membawa nama almamater melalui karya yang bermanfaat.

“Semoga dukungan terhadap kreativitas dan inovasi mahasiswa terus berkembang. Bagi kami, penghargaan ini bukan akhir, tetapi motivasi untuk terus menghasilkan inovasi yang ilmiah, aplikatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال