LUBUKLINGGAU — Universitas Musi Rawas (Unmura) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Pengolahan dan Aplikasi Asap Cair Jerami Padi untuk Pengendalian OPT pada Budidaya Padi Metode SRI.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani secara berkelanjutan.
FGD dihadiri Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Musi Rawas yang diketuai Dr. Ir. Holidi, M.Si., bersama dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas.
Dalam diskusi, terungkap bahwa sistem budidaya padi yang diterapkan anggota Kelompok Tani Lestari hingga saat ini masih didominasi pola konvensional dan belum mengadopsi metode System of Rice Intensification (SRI).
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan PKM, mengingat petani masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan usaha tani, khususnya terkait pengendalian organisme pengganggu tanaman, pemenuhan kebutuhan hara, serta pemanfaatan limbah pertanian.
Salah satu persoalan utama adalah pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang masih didominasi penggunaan pestisida kimia sintetis. Di sisi lain, pasokan hara tanaman juga masih sangat bergantung pada penggunaan pupuk anorganik.
Persoalan lainnya adalah belum optimalnya pemanfaatan limbah jerami padi pascapanen. Jerami yang tersisa di lahan umumnya masih dibakar secara langsung sehingga belum memberikan nilai tambah bagi kegiatan pertanian.
Melalui FGD ini, Tim PKM Unmura memperkenalkan pendekatan pemanfaatan jerami padi sebagai bahan baku asap cair, yang selanjutnya dapat diaplikasikan sebagai salah satu bagian dari strategi pengelolaan OPT dalam budidaya padi.
Pemanfaatan asap cair jerami padi diharapkan dapat menjadi alternatif inovatif dalam mendukung pengelolaan tanaman yang lebih ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna
Kegiatan pkm telah d laksanakan di kelompok tani lestari Kec.lubuklinggau selatan 1, kota lubuklinggau.
Penerapan teknologi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan metode SRI, yang menekankan pengelolaan budidaya secara lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, petani diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan praktik pertanian yang lebih adaptif terhadap kebutuhan lingkungan dan produktivitas lahan.
Kegiatan FGD berlangsung sebagai ruang dialog antara akademisi utk mengikapi Berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan menjadi bahan pembahasan untuk merumuskan pendekatan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kondisi pertanian Kelompok Tani Lestari.
Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Musi Rawas menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki manfaat nyata.
