Silampari Terkini | Menggali Suara Menjadi Berita

Kasus Kematian Sopiah di Kepahiang Mulai Terkuak, Polisi Kantongi Identitas Calon Tersangka

Kepahiang – Kasus kematian Sopiah yang sebelumnya menyita perhatian publik kini menunjukkan perkembangan signifikan. Aparat kepolisian dikabarkan telah mengantongi identitas pihak yang diduga kuat terlibat dalam peristiwa tragis tersebut.

Meski identitas tersebut belum diumumkan secara resmi ke publik, informasi ini menjadi sinyal kuat bahwa proses penyelidikan telah mengarah pada titik terang.

Sejauh ini, tim penyidik masih terus memperkuat konstruksi perkara dengan melengkapi alat bukti serta mendalami keterangan dari sejumlah saksi. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa penetapan tersangka nantinya benar-benar berbasis bukti kuat dan tidak menimbulkan celah hukum.

Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, melalui Kasatreskrim AKP Bintang Yudha Gama mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya intensif.

“Kasus ini menjadi atensi Bareskrim Polri. Dalam proses penyidikan, kami menggunakan pendekatan forensik serta analisis digital. Saat ini masih dalam tahap pelengkapan. Jika semua sudah tuntas, akan segera kami sampaikan secara resmi,” ujarnya.

Meski perkembangan terus berjalan, kepolisian masih menahan diri untuk membuka identitas calon tersangka kepada publik. Hal ini dilakukan guna menjaga integritas proses hukum dan menghindari potensi gangguan terhadap jalannya penyidikan.

“Perkembangan sudah kami sampaikan kepada pihak keluarga. Namun untuk publik, masih belum bisa kami buka sepenuhnya,” tambahnya.

Kasus ini menjadi sorotan luas karena dinilai memiliki sejumlah kejanggalan. Berbagai spekulasi pun sempat berkembang di tengah masyarakat, sehingga memicu desakan agar aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara ini secara transparan.

Desakan juga datang dari elemen masyarakat. Ketua Forum Pemuda Musi Rawas, Ahmad Sanusi, menegaskan pentingnya penuntasan kasus secara terbuka.

“Kami berharap tidak ada yang ditutup-tutupi. Usut sampai jelas siapa yang bertanggung jawab,” tegasnya saat aksi unjuk rasa di depan Mapolres Kepahiang.

Pihak keluarga korban hingga kini masih menunggu kepastian hukum. Mereka mendesak agar hasil penyelidikan segera diumumkan, terutama jika sudah ada pihak yang diduga sebagai pelaku.

Dengan telah dikantonginya identitas calon tersangka, publik kini menunggu langkah tegas dari kepolisian. Penetapan tersangka diyakini hanya tinggal menunggu kelengkapan alat bukti dan hasil gelar perkara.

Sebelumnya, warga Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, digegerkan oleh penemuan sesosok jasad wanita di pinggir jalan lintas Kepahiang–Bengkulu.

Korban yang diketahui sedang hamil besar ditemukan di kawasan hutan Liku 9 pada Selasa (10/3/2026) siang. (Rilis) 


Sumber: Rakyat Bengkulu

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال