Mahasiswa FEB UNMURA Belajar Ekonomi Kreatif Langsung di Sentra Gerabah Kasongan Yogyakarta

YOGYAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Musi Rawas (UNMURA) melaksanakan kegiatan wisata edukasi ke Desa Wisata Kasongan, Yogyakarta, pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual guna memperkuat pemahaman mahasiswa tentang ekonomi kreatif, kewirausahaan, serta pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal.
‎Desa Kasongan dikenal luas sebagai salah satu ikon ekonomi kreatif Yogyakarta yang berkembang dari sentra kerajinan gerabah dan keramik. Melalui kunjungan ini, mahasiswa FEB UNMURA memperoleh kesempatan untuk menyaksikan secara langsung proses produksi gerabah, mulai dari pengolahan tanah liat, pembentukan, pengeringan, pembakaran, hingga tahap finishing dan pemasaran produk.
‎Tidak hanya sekadar melihat, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk praktik langsung membuat kerajinan gerabah dari tanah liat. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperkuat pemahaman mahasiswa tentang proses produksi sekaligus tantangan nyata di sektor industri kreatif.
‎Dalam sesi pemaparan bersama pelaku UMKM dan pengrajin lokal, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai manajemen usaha kerajinan, strategi penentuan harga, pengelolaan biaya produksi, hingga tantangan UMKM dalam menjaga kualitas produk dan menghadapi persaingan pasar. Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan pada pentingnya inovasi desain dan branding dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan, baik di pasar nasional maupun internasional.

Kegiatan wisata edukasi ini juga membahas peran pemasaran digital serta penguatan pariwisata berbasis komunitas sebagai strategi dalam mengembangkan usaha kerajinan di Kasongan. Mahasiswa diajak memahami bagaimana sinergi antara pengrajin, pemerintah desa, dan sektor pariwisata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

‎Selain aspek kewirausahaan, kegiatan ini turut memberikan pembelajaran mengenai pelestarian budaya. Kerajinan gerabah Kasongan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai historis dan budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat. Mahasiswa diajak melihat bahwa pengembangan bisnis dapat berjalan seiring dengan pelestarian kearifan lokal.

‎Perwakilan FEB UNMURA menyampaikan bahwa wisata edukasi ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan kepedulian sosial mahasiswa.

‎“Melalui pembelajaran langsung di lapangan, mahasiswa dapat memahami bagaimana konsep ekonomi dan bisnis diterapkan secara nyata oleh pelaku UMKM,” ujarnya.

‎Mahasiswa peserta mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berkesan serta membuka wawasan baru tentang peluang usaha di sektor ekonomi kreatif. Mereka diharapkan mampu mengambil inspirasi dari Desa Kasongan untuk mengembangkan ide bisnis berbasis potensi lokal di daerah masing-masing.

‎Wisata edukasi ini sejalan dengan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong pembelajaran berbasis pengalaman serta penguatan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas.

‎Melalui kegiatan ini, FEB UNMURA berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kepekaan terhadap potensi ekonomi lokal serta kemampuan berkontribusi dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

‎Kegiatan ini diikuti oleh 62 mahasiswa, dengan pendamping:

‎1. Subianto, SE., M.Si (Dekan FEB UNMURA)

‎2. Rian Oktavianie, SE., M.Si (Ka. Prodi Akuntansi)

‎3. Yuli Herawati, SE., M.Ling* (Sek. Prodi Bisnis Digital)

‎4. Dina Nellysa, SE., Ak., CA., M.Ak (Dosen Pendamping Akuntansi)

‎5. Riswanda Imawan Lingga, SE., MM (Dosen Pendamping Bisnis Digital)

‎6. Sulis Wibowo, SP (Tendik Pendamping)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال