LUBUKLINGGAU – Hari penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Musi Rawas (Unmura) diwarnai dengan kegiatan yang menarik. Para mahasiswa KKN mengadakan gelar produk dengan membuka sejumlah stand yang menampilkan dan menjual berbagai produk hasil kreativitas selama menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah desa dan kelurahan.
Gelar Produk KKN tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil olahan bersama masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa potensi yang ada di lingkungan desa dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Beragam produk ditampilkan, mulai dari makanan olahan, minuman herbal, hingga inovasi sederhana di bidang pertanian.
Adapun produk yang dipamerkan di antaranya Posko 9 Kelurahan Pasar Muara Beliti dengan produk nugget lele. Posko 3 Desa Air Satan menghadirkan saus pepaya dan manisan pepaya, sementara Posko 4 Bumi Agung I menampilkan stik pepaya.
Kemudian Posko 5 Bumi Agung II menghadirkan aquaponik. Posko 10 Desa Pedang menampilkan keripik bayam, sedangkan Posko 8 Desa Muara Beliti Baru menghadirkan aquaponik dan dendeng daun ubi.
Produk lainnya juga datang dari Posko 20 Desa Lubuk Besar berupa kerupuk telur, Posko 1 Desa Air Lesing dengan bubur singkong, serta Posko 11 Desa Batu Bandung yang memproduksi minuman serbuk jahe merah.
Sementara itu, Posko 12 Desa Rantau Bingin menghadirkan stik sayur kangkung, tepung singkong dan tepung kacang hijau. Posko 14 Desa Muara Kati Baru I menampilkan keripik kulit singkong, Posko 7 Desa Ketuan Jaya II dengan bolu bayam, dan Posko 6 Desa Ketuan Jaya I menghadirkan puding kelor.
Tidak kalah menarik, Posko 21 Desa Simpang Gegas membawa produk jamu rempah-rempah. Posko 2 Desa Air Satan menampilkan bubur jagung, tepung tapioka dan opak mini. Sedangkan Posko 12 Desa Kebur Jaya menghadirkan saus pepaya dan Posko 13 Desa Kebur memproduksi chili oil.
Ada pula Posko 20 Desa Rantau Serik yang membawa produk bola-bola ubi.
Ketua Panitia KKN, Dr. Holidi, melalui Sekretaris Panitia KKN, Dr. Ririn Novita, S.Si., M.Pd.Si., mengatakan Gelar Produk KKN merupakan hasil dari proses kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengenali sekaligus mengoptimalkan potensi lokal.
“Gelar Produk KKN ini merupakan muara dari proses kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengenali serta mengoptimalkan potensi lokal. Setiap karya dan inovasi yang dipamerkan bukan sekadar pemenuhan program kerja, melainkan wujud nyata transfer pengetahuan, pemberdayaan ekonomi warga, serta komitmen untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi desa,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan akademis mahasiswa dengan kearifan dan potensi yang dimiliki masyarakat.
Beragam produk yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kreativitas sederhana, ketika dikembangkan bersama masyarakat, dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan produk lokal yang lebih bernilai dan berpeluang untuk terus dikembangkan setelah program KKN berakhir.







