Palembang, Silampari terkini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang resmi membentuk Kakak saka adyasta sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu, khususnya di kalangan pelajar, dilaksanakan di ruang rapat prameswara Palembang.
"Pembentukan Kakak saka adyasta ini disebut sebagai yang pertama di Kota Palembang dan diharapkan menjadi langkah awal untuk pengembangan program serupa di masa mendatang,Sabtu (02/05/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Sudah berbulan-bulan kita menggodok acara ini hingga akhirnya terbentuk Kakak saka adyasta dari Bawaslu. Ini merupakan yang pertama di Kota Palembang. Semoga ke depan bisa membuka gerbang bagi pembentukan Kakak saka adyasta selanjutnya,” ujar Khairil Anwar Simatupang.
"Ia menjelaskan, setelah pelantikan, langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal bersama seluruh jajaran. Selanjutnya, program akan difokuskan pada sosialisasi ke sekolah-sekolah.
“Kita akan melakukan konsolidasi dulu dengan seluruh jajaran. Setelah itu, kita akan mulai masuk ke sekolah-sekolah. Kita juga akan meminta arahan dari Ketua Kwarcab terkait sekolah mana yang akan menjadi pilot project,” jelasnya.
"Menurutnya, tahap awal akan dipilih dua hingga tiga sekolah sebagai percontohan untuk pelaksanaan program edukasi pengawasan pemilu partisipatif.
“Karena ini baru pertama, kita butuh pilot project, mungkin dua atau tiga sekolah dulu untuk kita turun langsung. Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi pengawasan pemilu sehingga dapat menekan angka pelanggaran, baik pada pemilu maupun pilkada ke depan,” tambahnya.
Khairil berharap, melalui program Kakak saka adyasta, kesadaran masyarakat khususnya generasi muda terhadap pentingnya pengawasan pemilu dapat semakin meningkat.
“Dengan keterlibatan semua pihak, baik komisioner, sekretariat, hingga seluruh staf Bawaslu Kota Palembang, kita optimistis program ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.(red)
