Palembang – Sandi Nugroho selaku Kapolda Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bersama organisasi keagamaan di wilayah Sumatera Selatan. Melalui pendekatan humanis dan kolaboratif, Polda Sumatera Selatan membangun komunikasi strategis guna menjaga stabilitas daerah tetap aman dan kondusif.
Pada Kamis (19/2/2026), Kapolda Sumsel melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan yang berlokasi di Kompleks Universitas Muhammadiyah Palembang. Kedatangan rombongan Pejabat Utama Polda Sumsel disambut langsung oleh Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, Ridwan Hayatuddin, bersama jajaran pengurus pleno.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa tantangan kamtibmas ke depan semakin kompleks. Isu peredaran narkotika, maraknya judi online, serta dampak negatif media digital memerlukan respons kolektif lintas sektoral. Karena itu, Polri tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis dengan tokoh agama dan elemen masyarakat.
Kapolda juga mengajak Muhammadiyah untuk meningkatkan edukasi kepada generasi muda, khususnya dalam penguatan nilai kebangsaan, literasi digital, serta pencegahan paham radikalisme. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran vital dalam menjaga moralitas bangsa dan membentengi masyarakat dari pengaruh destruktif.
Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, Ridwan Hayatuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi tersebut. Ia menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk bersinergi dengan Polda Sumsel dalam pembinaan umat serta menjaga stabilitas wilayah dari ancaman degradasi moral dan sosial.
Sebelumnya, Kapolda Sumsel juga bersilaturahmi dengan Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan, Hendra Zainuddin, pada Minggu (15/2/2026). Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan komitmen Polda Sumsel dalam merangkul seluruh elemen ulama dan tokoh masyarakat demi menciptakan situasi Sumatera Selatan yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu'min Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi program komunikasi preventif kepolisian.
“Kapolda Sumsel ingin menyamakan persepsi dengan para tokoh agama dalam menghadapi isu-isu sosial yang berkembang. Kami membuka ruang kolaborasi konkret, khususnya dalam edukasi pencegahan narkoba dan perjudian daring,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh masukan dari para ulama akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut Polda Sumsel agar pelayanan kepolisian semakin optimal dan selaras dengan harapan masyarakat.
Melalui sinergi strategis ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk menjaga kamtibmas secara berkelanjutan. Kolaborasi antara aparat kepolisian dan organisasi keagamaan diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Sumatera Selatan.
