Event lari 5K ini bukan hanya menjadi ajang olahraga dan kampanye gaya hidup sehat, namun juga menjadi panggung pembuktian bagi pelajar hingga atlet dari berbagai daerah yang hadir dengan tekad kuat untuk menembus podium juara.
Pada kategori pelajar, Juara 1 berhasil diraih Dafi Ramadan (16), siswa SMA Negeri Sekayu, Musi Banyuasin. Dafi tampil dominan sejak awal lomba dan mencatat waktu impresif 15 menit untuk jarak 5 kilometer.
Ia mengaku perjuangan menuju Musi Rawas tidak mudah. Bersama empat rekannya, Dafi menempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda dua demi satu tujuan: membawa pulang gelar juara.
“Alhamdulillah berkat doa dan restu orang tua, saya bisa finis 15 menit. Kami datang lima orang naik motor dengan tekad kuat untuk merebut podium, dan cita-cita itu tercapai,” ungkap Dafi.
Dafi juga menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan ke depan dapat dimulai lebih tepat waktu, serta peningkatan kualitas jalur lomba.
“Kalau bisa start lebih cepat lagi. Untuk trek hanya ada sedikit lubang. Semoga Unmura sukses dan cepat menjadi universitas negeri,” tuturnya.
Sementara itu, Juara 2 kategori pelajar diraih Muhammad Isan Rifa’i dari SMA Negeri 2 Lubuklinggau.
“Alhamdulillah sangat senang bisa juara dua. Sebelumnya saya juga pernah juara satu 5K kategori pelajar,” ujarnya penuh bangga.
Sedangkan Juara 3 diraih Muhammad Faki Ardiyansyah asal Provinsi Bengkulu, yang mengaku sudah sering naik podium pada ajang 5K dan 10K di berbagai daerah.
“Alhamdulillah senang sekali. Saya pernah juara juga di Bengkulu. Semoga Unmura makin jaya dan sering mengadakan event seperti ini,” tegasnya.
Pada kategori umum, persaingan berlangsung tidak kalah sengit. Juara 1 berhasil diraih Sunardin Bima asal Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Alhamdulillah sangat senang. Ini ketiga kalinya saya juara 1 di Lubuklinggau dan sekitarnya,” ujarnya.
Sunardin juga memuji keramahan masyarakat Musi Rawas, namun memberikan catatan terkait kondisi jalan yang masih terdapat beberapa titik berlubang.
“Rutenya bagus dan steril, tapi ada beberapa jalan rusak dan berlubang,” katanya.
Juara 2 kategori umum diraih Luhut Mani asal Padang. Ia mengaku baru sehari sebelumnya meraih juara pertama pada event 10K yang digelar KOREM di Bengkulu.
“Sangat senang dan bangga. Kalau bisa ke depan ditambah kategori 10K supaya lebih ramai,” jelasnya.
Sedangkan Juara 3 kategori umum diraih Dwi Kepriyansyah, mahasiswa Universitas PGRI Silampari, Kota Lubuklinggau. Ia sebelumnya pernah meraih prestasi pada event lari 5K Linggau Pos tahun 2025.
“Ke depan mungkin lebih baik lagi. Saya akan berlatih lebih keras untuk event selanjutnya,” ucapnya.
Ia juga menyoroti kondisi trek yang dinilai kurang kondusif akibat hujan, serta berharap fasilitas pendukung seperti water station dapat ditingkatkan.
Go Green Fun Run 2026 tidak sekadar perlombaan lari. Event ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menyatukan pelajar, mahasiswa, hingga atlet luar daerah dalam satu semangat kompetisi yang sehat.
Antusiasme peserta dari berbagai provinsi turut menunjukkan bahwa Unmura mulai diperhitungkan sebagai tuan rumah event olahraga regional, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.
Harapan pun mengalir agar kegiatan ini dapat digelar rutin setiap tahun, dengan peningkatan kualitas rute, manajemen waktu, serta penambahan kategori lomba.
Jika konsisten, bukan tidak mungkin Unmura akan tumbuh menjadi pusat event olahraga bergengsi di Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat citra kampus sebagai ruang tumbuhnya gaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan.

