SPPG F Trikoyo Diresmikan, Perkuat Program Makan Bergizi dan Penggerak Ekonomi Lokal di Musi Rawas

Musi Rawas – Yayasan Subur Sakti Silampari resmi melaksanakan Peresmian dan Soft Launching Dapur SPPG F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran dapur SPPG ini diharapkan tidak hanya menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal berbasis kerakyatan.

Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa operasional SPPG F Trikoyo berkomitmen menjalankan penyaluran makan bergizi secara optimal dan berkelanjutan. Menurutnya, program ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian di sekitar dapur SPPG.

“Program ini bukan sekadar penyaluran makan bergizi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Kami berkomitmen untuk membeli bahan pangan dari UMKM dan pemasok lokal agar perputaran ekonomi benar-benar dirasakan oleh warga sekitar,” ujar Reza Fahlevy.

Ia juga berharap agar seluruh rangkaian kegiatan operasional SPPG dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas, termasuk peningkatan kesejahteraan relawan dapur. “Kami mohon doa agar program ini sukses dan para relawan mendapatkan penghasilan yang layak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Saat ini, Yayasan Subur Sakti Silampari telah menaungi beberapa dapur SPPG yang telah beroperasi, di antaranya SPPG Muara Batang Empu dan SPPG Kelurahan Karang Jaya di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, serta SPPG Sukakarya di Kecamatan Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Dengan beroperasinya SPPG F Trikoyo, yayasan ini semakin memperluas jangkauan layanan guna mendukung visi Generasi Emas 2045. Pada Januari mendatang, yayasan menargetkan peluncuran empat dapur SPPG tambahan.

Sementara itu, Anggota DPR RI Wakil Ketua Komisi XI, H. Fauzi Amro, M.Si., menegaskan bahwa kunci keberhasilan Program Makan Bergizi terletak pada penguatan rantai pasok berbasis lokal. Ia menilai bahwa program dengan alokasi anggaran nasional sebesar Rp335 triliun ini memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi rakyat apabila dikelola dengan tepat.

“Tujuan utama MBG bukan hanya memberikan makanan gratis, tetapi memastikan terjadi pergerakan ekonomi di tingkat lokal. Dapur SPPG tidak boleh bergantung pada pemasok besar dari luar daerah, melainkan harus memanfaatkan potensi di sekitar dapur, mulai dari telur, ayam, sayur, beras, hingga produk pangan lainnya,” tegas Fauzi Amro.

Ia menambahkan, dengan target hampir 14.000 dapur SPPG secara nasional pada 2025, program ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam ekosistem ekonomi pangan. Fauzi juga menekankan pentingnya standar higienitas dan keamanan pangan agar tidak terjadi keracunan, serta memastikan rantai pasok berjalan efektif dan berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala KPPG Palembang Wilayah Kerja Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung, Dr. Nurya Hartika Sari, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi memiliki manfaat jangka panjang yang signifikan, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

“MBG bukan hanya soal kecukupan gizi penerima manfaat, tetapi juga sebagai penggerak roda ekonomi wilayah sekitar SPPG. Kepala SPPG harus mengutamakan kearifan lokal, melibatkan relawan, serta memberdayakan masyarakat sekitar dalam rantai pasok,” ujarnya.

Dr. Nurya menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat setempat, baik dalam perekrutan relawan maupun penyediaan bahan pangan. Dengan demikian, ekonomi lokal dapat tumbuh secara berkelanjutan dan merata.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi atas capaian operasional dapur SPPG di Kabupaten Musi Rawas. Dengan diresmikannya SPPG F Trikoyo, Kabupaten Musi Rawas kini memiliki 23 dapur SPPG aktif, sementara di tingkat Provinsi Sumatera Selatan tercatat 522 dapur SPPG beroperasi.

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat. Setiap dapur SPPG adalah perpanjangan tangan Program Gizi Nasional untuk memastikan distribusi makanan sehat dan bergizi tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sesuai petunjuk teknis, penerima manfaat Program Makan Bergizi terdiri dari maksimal 2.000 peserta didik dan 500 penerima manfaat non-peserta didik, yang penetapannya akan dikoordinasikan oleh kepala SPPG bersama pihak terkait, termasuk sekolah-sekolah penerima manfaat.

Acara peresmian SPPG F Trikoyo turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Nasrun, S.E. dan Rizal, S.H., Danramil Tugumulyo Kapt. Inf. Susanto, Kapolsek Tugumulyo AKP Rusdan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas Ervan Malik, S.P., M.Si., Camat Tugumulyo P. Sujatmiko, S.Si., M.Pd., Kepala Desa F Trikoyo Mujiono, serta para Kepala SPPG se-Kabupaten Musi Rawas.

Dengan diresmikannya dapur ini, diharapkan Program Makan Bergizi dapat berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Musi Rawas dan sekitarnya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال