PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mematangkan kesiapan personel menjelang pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2026 untuk menanggulangi tindak kejahatan jalanan di seluruh wilayah hukum Sumatera Selatan. Kesiapan tersebut diawali melalui pembukaan Latihan Praoperasi (Latpraops) yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., di Auditorium Lantai 7 Mapolda Sumsel, Palembang, Rabu, 23 September 2026.
Latpraops digelar untuk menyamakan persepsi, menyatukan pemahaman, serta memastikan keselarasan cara bertindak seluruh personel selama pelaksanaan operasi. Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jajaran kepolisian menghadapi potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Operasi kewilayahan bersandi Sikat I Musi 2026 melibatkan personel gabungan dari satuan fungsi Polda Sumsel hingga Polres jajaran, baik yang mengikuti kegiatan secara tatap muka maupun daring. Operasi akan berlangsung selama 16 hari, mulai 24 September hingga 9 Oktober 2026.
Dalam operasi tersebut, Polda Sumsel memetakan titik-titik yang dinilai rawan kriminalitas di wilayah kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan. Sasaran penindakan meliputi berbagai bentuk kejahatan konvensional jalanan, antara lain pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta aksi premanisme.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Johannes Bangun, S.Sos., S.I.K., M.H., bertindak sebagai Kepala Operasi Daerah (Kaopsda) dalam pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2026.
Pelaksanaan operasi mengedepankan penegakan hukum secara terukur, deteksi dini melalui fungsi intelijen, serta peningkatan patroli pada kawasan yang menjadi sasaran operasi.
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa rasa aman merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, seluruh personel diminta melaksanakan operasi secara tepat sasaran dan tidak memberikan ruang terhadap aksi kriminalitas yang meresahkan masyarakat.
“Pastikan operasi ini berjalan tepat sasaran serta zero tolerance bagi pelaku kejahatan dan premanisme. Keberhasilan operasi ini bukan hanya dilihat dari penyelesaian perkara, namun berkurangnya angka kejahatan serta terciptanya rasa aman bagi masyarakat,” tegas Sandi Nugroho.
Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi antarfungsi, antarwilayah, pemangku kepentingan, jajaran TNI, serta aparat penegak hukum lainnya. Menurutnya, soliditas seluruh unsur menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan operasi agar berjalan efektif.
“Sebagai manusia biasa tentunya kita tidak bisa menjadi Superman, namun kita bisa membangun super team yang solid dalam mencapai tujuan operasi. Landasi pengabdian ini dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas demi menjaga kehormatan institusi dan menggelorakan semangat ‘Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!’” tambah Sandi Nugroho.
Penguatan pelaksanaan operasi juga disampaikan Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. Ia mengatakan seluruh jajaran kepolisian berkomitmen menjalankan instruksi pimpinan secara profesional dan humanis dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Personel dipersiapkan agar memahami sasaran dan cara bertindak yang tepat sehingga penanganan kejahatan jalanan maupun premanisme dapat berjalan terarah,” ujar Nandang.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan potensi gangguan keamanan maupun tindakan yang diduga sebagai premanisme kepada kepolisian.
Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kepolisian menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Informasi dari masyarakat dapat membantu personel melakukan deteksi dini dan merespons gangguan keamanan secara cepat sesuai ketentuan hukum.
Melalui Latpraops Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel mempersiapkan personel dan seluruh unsur operasi agar memahami sasaran, target, serta cara bertindak selama pelaksanaan operasi. Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama 16 hari dengan fokus pada penanggulangan kejahatan jalanan dan premanisme di wilayah hukum Polda Sumsel.
