Perjuangan Tak Kenal Lelah, BPBD Musi Rawas Padamkan Karhutla di TPK hingga Larut Malam


MUSI RAWAS – Perjuangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) patut diapresiasi. Tak mengenal waktu, personel BPBD berjibaku memadamkan api di dua lokasi berbeda hingga Sabtu dini hari.

Dalam satu hari, Jumat (14/8/2026), Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Mura melakukan penanganan karhutla di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti, kemudian melanjutkan pemadaman di Desa Simpang Gegas Temuan, Kecamatan Tiang Pumpung Kepung (TPK).

Pemadaman berlangsung sejak pukul 15.00 WIB pada Jumat hingga sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu (15/8/2026).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Musi Rawas, H. A. Darsan, mengatakan terdapat dua lokasi karhutla yang ditangani pihaknya pada Jumat tersebut.

“Setelah berhasil melakukan pemadaman di Durian Remuk, Tim Reaksi Cepat langsung bergerak menuju Simpang Gegas Temuan untuk melakukan penanganan karhutla,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemadaman di Desa Simpang Gegas Temuan mulai dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB. Kebakaran terjadi pada lahan mineral dengan vegetasi semak belukar di area perkebunan sawit dengan luas kurang lebih lima hektare.

Menurutnya, pihak BPBD belum mengetahui secara pasti sumber atau penyebab munculnya api. Namun, berkat kesigapan personel dan dukungan satu unit mobil Damkarhutla Tanki BPBD, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah kurang lebih lima jam proses penanganan.

“Pemadaman selesai sekitar pukul 01.00 WIB. Personel tetap melakukan penanganan hingga api benar-benar berhasil dikendalikan,” jelasnya.

Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat, terlebih di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Darsan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, baik saat membersihkan lahan maupun membakar sampah, karena api dapat dengan mudah merambat ke area yang memiliki vegetasi kering.

“Masyarakat juga kami ingatkan agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran terbuka. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat desa, BPBD, atau pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas,” pungkasnya.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال