MUSI RAWAS – Sebanyak 171 mahasiswa Universitas Musi Rawas (UNMURA) resmi mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebelum diterjunkan ke sejumlah desa di Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan yang digelar di Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama 45 hari.
Pada pelaksanaan KKN tahun ini, mahasiswa akan ditempatkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Muara Beliti dan Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), yang tersebar di 21 posko. Rinciannya, sebanyak 86 mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Muara Beliti dan 85 mahasiswa di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Universitas Musi Rawas, Dr. Etty Syafriani, S.P., M.Si., menegaskan bahwa mahasiswa KKN merupakan duta kampus yang membawa nama baik almamater di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan sikap yang santun, profesional, dan berintegritas selama menjalankan program pengabdian.
"Mahasiswa harus senantiasa menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat, berkomunikasi dengan santun, tidak melakukan diskriminasi dalam bentuk apa pun, serta menjunjung tinggi integritas selama melaksanakan KKN," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Pelaksana KKN, Dr. Holidi, menjelaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.
Selain pembekalan mengenai etika dan pelaksanaan program KKN, mahasiswa juga mendapatkan materi dari Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas, Edwat Zuliyar, yang menyoroti pentingnya percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul.
Dalam paparannya, Edwat Zuliyar menjelaskan bahwa untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, diperlukan perhatian serius terhadap kualitas manusia sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan, kelahiran, hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut merupakan fase paling menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat menjadi mitra pemerintah desa dan masyarakat dalam memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya gizi, kesehatan ibu dan anak, serta mendukung berbagai program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Musi Rawas.
Melalui pembekalan ini, Universitas Musi Rawas menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, karakter yang kuat, serta mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui program Kuliah Kerja Nyata.




