Tembilahan, Silampari Terkini— Memperingati Hari Jadi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Inhil mendesak pemerintah daerah menjadikannya sebagai momentum refleksi bersama, bukan sekadar seremoni tahunan. Pernyataan sikap ini disampaikan secara resmi jelang puncak peringatan hari lahir kabupaten tersebut, Jumat (12/6/2026).
Ketua PC PMII Inhil, Zulfikar, menyatakan bahwa usia 61 tahun merupakan perjalanan panjang yang harus diisi dengan evaluasi capaian pembangunan dan penyelesaian masalah substantif masyarakat."Hari Jadi Inhil ke-61 harus menjadi titik refleksi bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Kita mengapresiasi capaian yang ada, namun tidak boleh menutup mata terhadap persoalan akut yang masih terjadi," ujar Zulfikar dalam keterangan resminya.
Secara khusus, PMII menyoroti ketidakjelasan operasional Kapal Ro-Ro Tembilahan yang menjadi harapan besar konektivitas dan ekonomi daerah."Masyarakat sudah terlalu lama menunggu. Pertanyaannya sederhana, apakah kapal Ro-Ro ini benar-benar akan diwujudkan atau hanya menjadi janji politik yang terus diulang tanpa kepastian? Pemerintah perlu menjawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar narasi dan wacana," tegas Zulfikar.
Selain persoalan operasinal kapal Ro-Ro, PMII menuntut penanganan serius Pemda terhadap isu pemerataan infrastruktur, mutu pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta penataan ketertiban umum seperti penertiban juru parkir ilegal, maraknya anak jalanan, dan pengawasan tempat hiburan.
Zulfikar menegaskan kritik ini murni bentuk kepedulian mahasiswa sebagai kontrol sosial yang objektif. PMII berharap momentum ini melahirkan kebijakan konkret yang berpihak penuh pada kesejahteraan masyarakat Inhil. (HR Wijaksono)
