Silampari Terkini | Menggali Suara Menjadi Berita

Dari Sumur Gas ke Dapur Warga: Rahasia Penghematan Puluhan Juta Rupiah yang Mengalir di Musi Rawas

MUSI RAWAS – Di tengah meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga dan tantangan distribusi LPG bersubsidi, ribuan warga Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, justru menikmati solusi energi yang lebih praktis, aman, dan hemat melalui program Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas).

Salah satu desa yang merasakan manfaat nyata program ini adalah Desa Ciptodadi, Kecamatan Sukakarya. Sejak mulai beroperasi pada tahun 2021, sebanyak 786 Sambungan Rumah (SR) telah terhubung dengan jaringan gas bumi yang mengalir langsung ke dapur warga tanpa harus bergantung pada tabung LPG.

Bagi masyarakat, keberadaan Jargas bukan sekadar fasilitas energi, melainkan perubahan pola hidup yang menghadirkan kemudahan sekaligus penghematan ekonomi keluarga.

Edi Wahyudi, warga Desa Ciptodadi yang telah menggunakan Jargas selama beberapa tahun terakhir, mengaku merasakan manfaat signifikan dari layanan tersebut.

“Lebih mudah untuk kebutuhan energi sehari-hari karena gas selalu tersedia. Kami juga tidak khawatir lagi dengan kelangkaan LPG 3 kilogram yang kadang sulit didapat. Biaya per bulan rata-rata hanya sekitar Rp45 ribu sampai Rp50 ribu, sehingga lebih hemat dibandingkan menggunakan tabung gas,” ujarnya. Sabtu (6/6/2026). 

Program Jargas di Kabupaten Musi Rawas mulai dibangun pada tahun 2018 melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada tahap awal, pemerintah membangun 5.182 Sambungan Rumah yang tersebar di delapan desa di Kecamatan Sukakarya dan tiga desa di Kecamatan Tuah Negeri.

Keberhasilan program tersebut mendorong perluasan jaringan pada tahun 2020 dengan tambahan 4.809 Sambungan Rumah di tujuh desa lainnya di Kecamatan Tuah Negeri.

Hingga kini, total 9.999 rumah tangga telah menikmati akses energi bersih melalui Jargas yang tersebar di 17 desa dalam wilayah Kecamatan Sukakarya dan Kecamatan Tuah Negeri.


Koordinator Lapangan Jargas PT Pertagas Niaga Musi Rawas, Ari Sobaryadi, menjelaskan bahwa seluruh jaringan tersebut memanfaatkan pasokan gas bumi yang berasal dari sumur produksi PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field dengan volume sekitar 0,2 MMSCFD.

“Iya, saat ini ada 9.999 rumah tangga yang telah terpasang Jargas bumi dan tersebar di 17 desa di Kecamatan Sukakarya dan Kecamatan Tuah Negeri,” jelasnya. Sabtu (23/5/2026). 

Seluruh sambungan rumah tersebut diaktifkan melalui proses konversi kompor gas yang dilakukan oleh operator PT Pertagas Niaga sehingga masyarakat dapat langsung memanfaatkan gas bumi sebagai sumber energi utama di rumah.

Keberadaan Jargas di Musi Rawas menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kegiatan hulu minyak dan gas bumi mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Gas yang diproduksi dari aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas tidak hanya memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah berupa layanan energi yang lebih efisien bagi rumah tangga.

Melalui Jargas, masyarakat memperoleh akses energi yang lebih stabil dengan biaya yang relatif rendah. Berdasarkan tarif resmi yang berlaku, pelanggan hanya dikenakan biaya sekitar Rp4.250 hingga Rp6.000 per meter kubik, sehingga rata-rata tagihan bulanan berkisar Rp50.000, tergantung tingkat pemakaian.

Jika dibandingkan dengan penggunaan LPG, biaya tersebut dinilai lebih ekonomis dan mampu menekan pengeluaran rumah tangga dalam jangka panjang.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, program Jargas juga berkontribusi terhadap efisiensi anggaran negara. Berkurangnya ketergantungan masyarakat terhadap LPG bersubsidi memungkinkan pemerintah mengurangi beban subsidi energi dalam APBN.

Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk subsidi LPG dapat dialihkan ke sektor pembangunan lain yang lebih strategis, seperti infrastruktur publik, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.

Keunggulan lain dari Jargas adalah sistem distribusinya yang langsung terhubung ke rumah warga melalui jaringan pipa. Sistem ini menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk membeli, mengangkut, maupun mengganti tabung gas secara berkala.

Selain lebih praktis, penggunaan gas bumi juga dinilai lebih aman karena memiliki tekanan yang lebih rendah dan terkontrol dibandingkan distribusi LPG konvensional.

Bagi masyarakat Musi Rawas, kehadiran Jargas telah menjadi bukti bahwa pengelolaan sumber daya migas tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Program ini menunjukkan bagaimana sinergi antara pemerintah, SKK Migas, KKKS, PT Pertamina EP, dan PT Pertagas Niaga mampu menghadirkan manfaat nyata hingga ke dapur rumah warga.

Di Desa Ciptodadi dan desa-desa lainnya di Musi Rawas, aliran gas bumi bukan sekadar energi yang menghidupkan kompor. Ia menjadi simbol keberhasilan pembangunan yang menghubungkan potensi sumber daya alam dengan kesejahteraan masyarakat.

Ketika gas dari perut bumi mengalir hingga ke dapur rumah warga, di situlah manfaat nyata industri hulu migas hadir dan dirasakan setiap hari.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال