MUSI RAWAS – Suasana tenang di kawasan perkebunan Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas (Mura), mendadak berubah mencekam setelah seorang petani dilaporkan diserang seekor beruang liar saat beraktivitas di kebun. Insiden tersebut membuat warga sekitar panik dan langsung melakukan evakuasi darurat terhadap korban.
Korban diketahui bernama Junaidi (47), warga Dusun I Desa Ciptodadi I, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas. Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan perkebunan Dusun Kertayasa, Desa Ciptodadi I, yang berada tidak jauh dari area hutan.
Menurut informasi yang dihimpun, serangan terjadi secara tiba-tiba ketika korban sedang berada di area kebun. Akibat amukan satwa liar tersebut, Junaidi mengalami sejumlah luka serius di bagian tubuhnya hingga harus mendapatkan penanganan medis intensif.
Warga bersama pihak terkait bergerak cepat mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan di RSUD dr. Sobirin Musi Rawas.
Menanggapi insiden serangan beruang di Sukakarya tersebut, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang dialami korban.
Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani yang beraktivitas di kawasan perkebunan dekat hutan, agar meningkatkan kewaspadaan guna menghindari konflik dengan satwa liar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di kebun, terutama di wilayah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Usahakan tidak pergi sendirian dan hindari aktivitas terlalu pagi maupun hingga malam hari,” tegas AKBP Agung Adhitya Prananta.
Selain mengingatkan warga agar tetap berhati-hati, Kapolres Musi Rawas juga menekankan beberapa langkah penting yang harus dilakukan masyarakat apabila menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar, khususnya beruang.
Di antaranya:
Tidak mendekati atau memprovokasi satwa liar.
Tidak melakukan perburuan secara mandiri.
Segera melaporkan kemunculan beruang kepada aparat desa, Bhabinkamtibmas, maupun pihak BKSDA.
Mengutamakan keselamatan dan aktivitas secara berkelompok.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Musi Rawas melalui Polsek Jayaloka akan meningkatkan patroli di wilayah rawan konflik satwa liar. Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah desa dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi kejadian guna memastikan keamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan perkebunan.
Insiden serangan beruang di Musi Rawas ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi konflik manusia dan satwa liar, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat hutan.
