Palembang, Silampari Terkini — Sekitar 200 relawan yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar, tergabung dalam komunitas peduli lingkungan, menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) dan Kambang Iwak, Kota Palembang, Kamis (01/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan di awal tahun 2026.
Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang. Kepala Bidang DLH Kota Palembang, Yuda, menilai kegiatan ini sebagai wujud kepedulian luar biasa dari generasi muda, terlebih dilakukan saat sebagian besar masyarakat masih beristirahat usai perayaan malam Tahun Baru.
“Ini luar biasa. Di saat sebagian orang masih beristirahat setelah perayaan malam tahun baru, adik-adik kita justru berkumpul hampir 200 orang dengan semangat melakukan kegiatan yang sangat mulia, yakni peduli terhadap lingkungan,” ujar Yuda kepada awak media.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar memungut sampah, tetapi juga mencerminkan antusiasme dan semangat generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap ke depan semakin banyak komunitas serupa yang tumbuh, tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga di daerah lain yang belum tersentuh.
“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang tentu sangat mendukung. Kegiatan seperti ini sangat membantu pemerintah. Ke depan, kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung seperti penambahan tempat sampah dan sarana pembuangan agar kesadaran masyarakat dapat diimbangi dengan fasilitas yang memadai,” jelasnya.
Yuda juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, terutama menjelang musim hujan yang kerap memicu berbagai permasalahan lingkungan.
“Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, bahkan memilah sampah dari rumah tangga, sangat penting. Ini harus dimulai dari rumah agar dampaknya bisa lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan panitia kegiatan, Dinda Kasih, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka pola pikir generasi muda agar lebih peduli serta memahami pentingnya menjaga lingkungan. Dari proses perekrutan, pihak panitia berhasil menghimpun lebih dari 500 relawan yang tersebar di dua titik kegiatan, yakni Monpera dan Kambang Iwak.
“Kami melihat masih kurangnya anak muda yang benar-benar fokus dan paham tentang lingkungan. Karena itu kami membuka relawan, dan ternyata antusiasnya luar biasa. Mereka bukan hanya ingin tahu, tetapi juga ingin bertindak,” ujar Dinda.
Ia menyoroti masih banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan, terutama ke sungai, yang berpotensi menimbulkan bencana lingkungan.
“Sampah yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan bencana alam dan dampaknya dirasakan semua orang. Monpera dan Kambang Iwak merupakan ikon Kota Palembang, sehingga kami ingin masyarakat ikut peduli dan menjaga,” katanya.
Pemilihan lokasi Monpera, lanjut Dinda, juga bertujuan menarik perhatian masyarakat luas karena berada di jantung Kota Palembang dan dekat dengan titik nol kota.
“Banyak masyarakat yang bertanya ada kegiatan apa. Dari situ kami ingin menunjukkan bahwa ini adalah kegiatan nyata, fokus pada lingkungan dan pemberdayaan anak muda,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti komunikasi dan pengaturan waktu di masa liburan, kegiatan tetap berjalan lancar berkat semangat sukarela para relawan.
“Harapan kami, kegiatan hari ini benar-benar memberi manfaat dan dampak bagi Kota Palembang. Bukan hanya bagi kami yang melaksanakan, tetapi untuk semua masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” tutup Dinda.
Ia menambahkan, kegiatan serupa rutin digelar setiap tahun. Pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan di kawasan Kambang Iwak dan Benteng Kuto Besak (BKB). Namun, tahun ini kegiatan dipusatkan di Monpera karena kawasan BKB masih dalam tahap renovasi.
