LUBUKLINGGAU – Dampak kemarau panjang mulai dirasakan sejumlah fasilitas pendidikan di Kota Lubuklinggau. Salah satunya SMP Negeri 14 Lubuklinggau yang kini menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk menunjang aktivitas sekolah sehari-hari.
Kepala SMP Negeri 14 Lubuklinggau, Hafis, S.Sos., mengatakan kondisi tersebut terjadi setelah tiga sumur yang selama ini menjadi sumber air sekolah mengalami kekeringan.
“Untuk sumur sudah ada tiga, tetapi semuanya kering. Karena letak sekolah berada di dataran tinggi, saat musim kemarau seperti sekarang sumber air sangat sulit didapatkan,” ujar Hafis.
Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri mengingat kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 14 berlangsung Senin hingga Sabtu, dengan jumlah sekitar 400 siswa, ditambah tenaga pendidik dan kependidikan.
Kebutuhan air bersih tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sanitasi siswa dan guru, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah serta kenyamanan proses belajar mengajar.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan solusi terhadap kondisi tersebut, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih selama kemarau berkepanjangan.
“Bantuan dari pemerintah sangat kami harapkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sekolah,” kata Hafis.
Kondisi ini menjadi perhatian karena ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan layak. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah konkret agar aktivitas pendidikan di SMP Negeri 14 Lubuklinggau tetap berjalan optimal di tengah tekanan musim kemarau.
Tags
Lubuklinggau

