FGD Dorong UMKM Lubuklinggau Naik Kelas Lewat Transformasi Digital Akuntansi

LUBUKLINGGAU – Transformasi digital dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan tata kelola dan kinerja keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era ekonomi digital. Hal tersebut menjadi fokus dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Tim Peneliti Program Studi Akuntansi dengan mengangkat tema “Transformasi Digital Akuntansi dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan UMKM di Kota Lubuklinggau.”

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kota Lubuklinggau, H. Zam Zandi Erobi, S.T., akademisi, serta sejumlah pelaku UMKM. FGD digelar sebagai bagian dari upaya memperoleh masukan terhadap hasil penelitian sekaligus merumuskan strategi penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam pengelolaan keuangan.

Dalam sambutannya, H. Zam Zandi Erobi, S.T. menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diikuti pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis.

Menurutnya, digitalisasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan pemasaran dan promosi produk, tetapi juga harus menyentuh aspek pengelolaan keuangan. Pencatatan keuangan yang tertib dan sistematis dinilai dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnis secara lebih akurat.

“Pemerintah daerah terus mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk dalam pencatatan keuangan. Pembukuan yang baik akan memudahkan pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan, meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan, serta memperkuat daya saing usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Peneliti, Rian Oktavianie, SE., M.Ak., memaparkan hasil penelitian yang melibatkan 99 pelaku UMKM di Kota Lubuklinggau.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem akuntansi digital memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan UMKM. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, memperbaiki akurasi penyusunan laporan keuangan, serta membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat dan tepat.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM yang mulai menerapkan digitalisasi akuntansi memiliki pengelolaan keuangan yang lebih tertata. Namun, peningkatan literasi digital dan pendampingan masih diperlukan agar pemanfaatan teknologi dapat dilakukan secara optimal oleh seluruh pelaku UMKM,” jelas Rian.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta. Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain kebutuhan pelatihan penggunaan aplikasi pembukuan digital, pendampingan secara berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan lembaga keuangan.

Para pelaku UMKM juga mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi digital telah memberikan manfaat dalam menyusun laporan keuangan secara lebih sistematis, mengurangi kesalahan pencatatan, serta mempermudah pemantauan arus kas usaha.

Kendati demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama keterbatasan kemampuan sebagian pelaku UMKM dalam menggunakan teknologi serta minimnya pendampingan dalam proses penerapan sistem akuntansi digital.

Melalui FGD tersebut, para peserta sepakat bahwa transformasi digital akuntansi merupakan salah satu strategi strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan UMKM. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat melalui program pelatihan, pendampingan, serta edukasi yang berkelanjutan.

Kegiatan FGD ditutup dengan penyampaian sejumlah rekomendasi agar hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembinaan UMKM di Kota Lubuklinggau.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi yang tepat, UMKM di Kota Lubuklinggau diharapkan semakin mampu meningkatkan kinerja keuangan, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال