Dalam kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti diwakili oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), Yudha Cahyo Prabowo.
Bimtek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petugas pemasyarakatan dalam memberikan layanan kesehatan, khususnya melalui deteksi dini penyakit menular. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat koordinasi dan jejaring kerja antarinstansi guna mendukung penyelenggaraan layanan kesehatan yang komprehensif di lingkungan pemasyarakatan.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan dari para narasumber mengenai tata laksana pelaksanaan skrining kesehatan, mekanisme pelaporan, strategi pencegahan dan pengendalian penyakit menular, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan warga binaan maupun petugas pemasyarakatan.
Kasubsi Bimkemaswat Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Yudha Cahyo Prabowo, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di dalam lapas.
"Melalui kegiatan ini, kami memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang akan menjadi bekal dalam mengoptimalkan program kesehatan di Lapas. Harapannya, deteksi dini serta penanganan penyakit menular dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan sehingga kesehatan warga binaan maupun petugas tetap terjaga," ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi petugas serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bebas dari penyebaran penyakit menular.
Dengan mengikuti kegiatan Bimtek dan Penguatan Jejaring CKG ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti berharap kerja sama dengan seluruh stakeholder di bidang kesehatan semakin erat. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan layanan kesehatan pemasyarakatan yang berkualitas, humanis, serta mendukung terciptanya lingkungan lapas yang sehat bagi seluruh warga binaan dan petugas.
